Avril Lavigne

Minggu, 11 Mei 2014

IT Forensic dan Cyber Law

IT Forensic
IT Forensic adalah cabang dari ilmu komputer tetapi menjurus ke bagian forensik yaitu berkaitan dengan bukti hukum yang ditemukan di komputer dan media penyimpanan digital. Komputer forensik juga dikenal sebagai Digital Forensik yang terdiri dari aplikasi dari ilmu pengetahuan kepada indetifikasi, koleksi, analisa, dan pengujian dari bukti digital. IT Forensik adalah penggunan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal. IT forensik dapat menjelaskan keadaan artefak digital terkini. Artefak Digital dapat mencakup sistem komputer, media penyimpanan (seperti hard disk atau CD-ROM, dokumen elektronik (misalnya pesan email atau gambar JPEG) atau bahkan paket-paket yang secara berurutan bergerak melalui jaringan. Bidang IT Forensik juga memiliki cabang-cabang di dalamnya seperti firewall forensik, forensik jaringan, database forensik, dan forensik perangkat mobile.

CyberLaw
Cyberlaw adalah hukum yang digunakan didunia maya (cyber space) yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Cyberlaw merupakan aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi suatu aspek yang berhubungan dengan orang perongan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat online dan memasuki dunia cyber atau dunia maya. Cyberlaw sendiri merupakan istilah yang berasal dari Cyberspace Law. Cyberlaw akan memainkan peranannya dalam dunia masa depan, karena nyaris tidak ada lagi segi kehidupan yang tidak tersentuh oleh keajaiban teknologi dewasa ini dimana kita perlu sebuah perangkat aturan. Definisi cyberlaw yang diterima semua pihak adalah milik Pavan Dugal dalam bukunya "Cyberlaw The Indian Perspective (2002)". Dalam bukunya, Dugal mendefinisikan "Cyberlaw is a generic term, which refers to all the legal and regulatory aspects of Internet and the World Wide Wide. Anything concerned with or related to or emanating from any legal aspects or issues concerning any activity of netizens and others, in Cyberspace comes within the amit of Cyberlaw". Disini Dugal mengatakan bahwa Hukum Siber adalah istilah umum yang menyangkut semua aspek legal dan peraturan Internet dan juga World Wide Web. Hal apapun yang berkaitan atau timbul dari aspek legal atau hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas para pengguna Internet aktif dan juga yang lainnya di dunia siber, dikendalikan oleh Hukum Siber.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di file dengan klik Download dibawah ini:

Minggu, 04 Mei 2014

ETIKA PROFESI

            Pengertian Profesi dan Profesionalisme
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik[1]. Sedangkan profesi melibatkan istilah-istilah lain yang berkaitan, yaitu profesi, profesional, profesionalisme, profesionalisasi, dan profesionalitas. Agar dapat memahami perbedaan diantara istilah-istilah tersebut, pada bagian ini akan dijelaskan secara singkat pengertian-pengertian profesi, profesional, profesionalisme, profesionalisasi, dan profesionalitas. Istilah “profesi” menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap pekerjaan tersebut. Secara teori, suatu profesi tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih dan dididik atau disiapkan untuk menekuni pekerjaan tersebut[2].
Pengertian profesi antara lain dikemukakan oleh Liebermann bahwa profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang diperoleh melalui latihan khusus yang memadai. Istilah latihan khusus yang memadai di sini sangat relatif karena Liberman tidak menentukan kekhususan lembaga dan jangka waktu yang tegas. Dengan demikian suatu profesi dapat diperoleh melalui lembaga pendidikan formal atau non formal, begitu pula waktunya. Sementara itu Dedi Supriadi (1998:95) mengemukakan “Profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap pekerjaan tersebut” [2].
Menurut World Confederation of Organization for Teaching Profession (WCOTP), profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang biasanya memerlukan persiapan yang relatif lama dan khusus pada tingkat pendidikan tinggi yang pelaksanaannya diatur oleh kode etik tersendiri, dan menuntut tingkat kearifan atau kesadaran serta pertimbangan pribadi yang tingi. Untuk memahami apakah suatu pekerjaan dapat dikatakan sebagai suatu profesi atau tidak, kita perlu memahami ciri-ciri profesi tersebut. Terdapat berbagai ciri-ciri profesi yang dikemukakan oleh para ahli. Liberman misalnya mengemukakan ciri-ciri profesi sebagai berikut[2]:
1.       Jabatan tersebut harus merupakan suatu layanan yang khas dan esensial serta dengan jelas dapat dibedakan dari jabatan lain.
2.      Untuk pelaksanaannya tidak sekedar diperlukan keterampilan (skills) tetapi juga kemampuan intelektual.
3.      Diperlukan suatu masa studi dan latihan khusus yang cukup lama.
4.      Para praktisinya secara individual atau kelompok memiliki otonomi dalam bidangnya.
5.      Tindakan dan keputusannya dapat diterima oleh para praktisi yang bertangung jawab.
6.      Layanan tersebut tidak semata-mata untuk kepentingan ekonomi, tetapi sebuah pengabdian

7.      Memiliki suatu kode etik

Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang. Yang harus kita ingat dan fahami betul bahwa “PEKERJAAN atau PROFESI” dan “PROFESIONAL” terdapat beberapa perbedaan[1]:
PROFESI :
- Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
- Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
- Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
- Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL :
- Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
- Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
- Hidup dari situ.
- Bangga akan pekerjaannya.

Aspek Bisnis dibidang Teknologi Informasi
Aspek bisnis dibidang teknologi informasi terdapat beberapa macam, yaitu standarisasi profesi, kiat bisnis internet, serta prosedur pengadaan kontak bisnis dan fakta integritas. Standarisasi profesi dapat diartikan sebagai suatu ukuran  atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standarisasi profesi dibuat karena adanya kebutuhan perusahaan dalam pengelolaan SDM baik yang telah bekerja atau yang akan dicari sehingga SDM yang telah dimiliki perusahaan tersebut memeiliki kualitas yang terbaik dan sesuai. Berikut adalah beberapa tujuan kenapa standarisasi itu diperlukan untuk mencari suatu profesi[4]:
1.      Menciptakan standarisasi kerja pada suatu bidang pekerjaan   agar bisa menghasilkan hasil kerja yang optimal
2.      Untuk menyaring orang orang yang mempunyai skill yang memenuhi standarisasi suatu pekerjaan
3.      Untuk menjamin bahwa calon pekerja memiliki skill kerja yang diperlukan dan umumnya perusahaan lebih mempertimbangkan sertifikat daripada ijazah perguruan tinggi.
Internet bagaikan rimba tanpa batas. Apapun bisa kita jelajahi di sana, termasuk membangun jaringan bisnis. Bahkan Bill Gates, Bos Microsoft dalam bukunya Business the Speed of Thought, dengan lantang mengatakan bahwa bisnis internet adalah bisnis masa depan. Karena itu, siapa yang mampu menancapkan pengaruh bisnisnya di sini secara kokoh, maka sejak hari itu dia akan menjadi penguasa bisnis masa kini dan sekaligus mencengkeram masa depan. Asosiasi Penyelenggara jasa Internet Indonesia (APJII) pernah memperkirakan jumlah pengguna Internet di Indonesia akan mencapai 20 juta pelanggan pada 2006 ini. Hal ini dipicu oleh meningkatnya penyediaan akses Internet oleh operator saluran tetap maupun seluler. Alasan lainnya, bisa menjalankan bisnis online tanpa terikat oleh tempat dan waktu dan bisa menjalankannya dari mana saja asalkan ada akses internet. Bisnis Internet tidak perlu modal besar. Bahkan hanya dengan biaya akses saja sudah bisa mendapatkan penghasilan dari Internet, ujar Bob Julius Onggo, Konsultan Bisnis Online Cyberpreneur. Berikut adalah kunci sukses menjual produk diwebsite[5]:
1.     website yang membangun kredibilitas
2.     fokus ke penjualan
3.     website yang memudahkan pengunjung
4.     pengunjung yang tertarget

         Pakta Integritas merupakan salah satu alat (tools) yang dikembangkan Transparency International pada tahun 90-an. Tujuannya adalah menyediakan sarana bagi Pemerintah, Perusahaan swasta dan masyarakat umum untuk mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme, terutama dalam kontrak-kontrak pemerintah (public contracting). Pakta Integritas merupakan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pengguna barang/jasa/panitia pengadaan/pejabat pengadaan/penyedia barang/jasa yang berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Pakta Integritas perlu dibuat untuk menunjukan suatu komitmen panitia pengadaan logistik pemilu menjalankan proses pengadaan barang dan jasa sesuai dengan peraturan dan tidak melakukan KKN serta siap menerima sanksi jika melanggar Pakta Integritas tersebut.

Refrensi:
[3]mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../W01-Pengertian+Etika.pdf
[5]http://iqbalhabibie.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.4


Lebih lengkapnya dapat di download FILE dibawah ini :

Selasa, 07 Januari 2014

Perencanaan Organisasi Kewiraswastaan

Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.

Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi.
Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
a)                  Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
b)                 Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional
Koontz O’Donnel menyatakan maksud perencanaan adalah :
untuk melancarkan pencapaian usaha dan tujuan

Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada hakikatnya, tiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi darimana sistem manajemen harus dapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaanya.
Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu:
a)                  Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
b)                 Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
c)                  Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
d)                 Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
e)                  Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
f)                  Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
g)                 Mendefinisikan tugas-tugas.
h)                 Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
i)                   Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
j)                   Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
k)                 Mempertahankan disiplin.
l)                   Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
m)               Mengakui adanya satu komando.
n)                 Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
o)                 Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
p)                 Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.

Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja
Keuntungan:
      1.            Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
      2.            Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
      3.            Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
      4.            Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Kerugian:
      1.            Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
      2.            Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun

Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika:
1.              Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi.
2.              Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
3.              Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung.
4.              Rantai komando yang lengkap.
5.              Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
6.              Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
7.              Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer

Jenis-Jenis Wewenang:
1.             Wewenang Lini
2.             Wewenang Staf
3.             Wewenang Fungsional Delegasi

Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian:
1.             Membebankan semua kewajiban tertentu pada individu
2.             Proses pendelegasian melibatkan pemberian wewenang yang semestinya kepada bawahan
3.             Penciptaan kewajiban pada bawahan untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankan
Kendala bagi proses pendelegasian:
1.             Kendala yang berhubungan dengan penyelia
2.             Kendala yang berhubungan dengan bawahan
3.             Kendala yang berhubungan dengan organisasi

Sumber:

Minggu, 05 Januari 2014

Penyelesaian Peramalan Permintaan Produk Rokok dengan Menggunakan Metode Regresi

PT. Arcikh Jatra adalah sebuah perusahaan penghasil rokok dengan berbahan dasar tembakau dan dengan bahan pelengkap yaitu kertas papir dan busa penyaringan. Rokok yang di produksi terdapat dua macam yaitu rokok mild dan rokok mint. Proses pembuatannya perusahaan tersebut menggunakan Assemble To Order yang artinya proses produksi dilakukan jika ada pesanan dari konsumen. Berdasarkan hasil penjualan pada tahun 2013, perusahaan tersebut akan meramalkan hasil penjualan pada tahun 2014. Berikut ini adalah data hasil penjualan pada tahun 2013.
Tabel 2.1 Hasil Penjualan pada Tahun 2013
Bulan
Hasil Penjualan
Januari
1885
Februari
2990
Maret
2364
April
3249
Mei
3110
Juni
1598
Juli
2090
Agustus
2399
September
3806
Oktober
2272
November
1560
Desember
1722

Peramalan permintaan terhadap rokok dapat dilakukan menggunakan metode Time Series Analysis dengan model regresi. Berikut ini adalah proses peramalan terhadap rokok.

Tabel 2.2 Perhitungan Peramalan Penjualan Rokok
Bulan
Periode (t)
Hasil Penjualan (Y)
Y*t
t2
Januari
1
1885
1885
1
Februari
2
2990
5980
4
Maret
3
2364
7092
9
April
4
3249
12996
16
Mei
5
3110
15550
25
Juni
6
1598
9588
36
Juli
7
2090
14630
49
Agustus
8
2399
19192
64
September
9
3806
34254
81
Oktober
10
2272
22720
100
November
11
1560
17160
121
Desember
12
1722
20664
144
78
29045
181711
650




Menentukan persamaan garis linear sederhana untuk mengetahui ramalan dari hasil penjualan (Y) terhadap periode (t):
Y’(t)    = a + b (t)
            = 2447,24 + (-49,52) t
Contoh Perhitungan:
Y’(ti)   = a + b (ti)
            = 2447,24 + (-49,52) (1)

            = 2397,72
 Standar Error Estimate (SEE) :